RANCANGAN PENELITIAN

            Standar Kompetensi : Memahami gejala-gejala alam melalui pengamatan

Kompetensi Dasar : Mengidentifikasi obyek secara terencana dan sistematis untuk memperoleh informasi gejala alam biotik

Tujuan Pembelajaran

1.   Setelah mempelajari materi ini siswa diharapkan dapat membuat rumusan langkah     penelitian dengan benar.

2.   Setelah mempelajari materi ini siswa diharapkan dapat menjelaskan    tentang hipotesis dengan benar.

3.   Setelah mempelajari materi ini siswa diharapkan dapat membuat variasi hipotesis dengan benar.

4.   Setelah mempelajari materi ini siswa diharapkan dapat membuat proposal penelitian secara lengkap dan  benar.

5.   Setelah mempelajari materi ini siswa diharapkan dapat menerapkan rancangan penelitian dengan benar.

A. Penelitian

Penelitian kuantitatif merupakan suatu penelitian yang analisisnya secara umum memakai

analisis statistik. Karenanya dalam penelitian kuantitatif pengukuran terhadap gejala yang diamati menjadi penting. Penggunaan pendekatan kuantitatif, membuat peneliti harus mengikuti suatu pola yang sesuai dengan karakteristik pendekatan kuantitatif. Demikian pula dalam merumuskan permasalahan, karena asumsi penelitian kuantitatif adalah mencari penjelasan-penjelasan hukum universal, maka permasalahan yang dirumuskan dalam pendekatan kuantitatif lebih mengarah pada hal-hal  yang  bersifat  umum.  Hasil  dari  penelitian  kuantitatif  akan  digeneralisasi,  sehingga penggunaan sampel yang semakin mendekati jumlah populasi.

1. Langkah-Langkah Penelitian Kuantitatif a.   Latar Belakang Masalah

Latar  belakang  masalah  memuat  hal-hal  yang  melatar  belakangi      dilakukannya

penelitian, apa hal yang menarik untuk melakukan penelitian biasanya karena adanya kesenjangan antara kesenjangan antara yang seharusnya dan kenyataan. Dalam bagian ini dimuat deskripsi singkat wilayah penelitian dan juga jika diperlukan hasil penelitian peneliti sebelumnya. Secara rinci latar belakang berisi:

1)    Argumentasi mengapa masalah tersebut menarik untuk diteliti dipandang dari bidang keilmuan/maupun kebutuhan praktis.

2)    Penjelasan akibat-akibat negatif jika masalah tersebut tidak dipecahkan.

3)    Penjelasan dampak positif yang timbul dari hasil-hasil penelitian

4)    Penjelasan bahwa masalah    tersebut relevan, aktual    dan sesuai dengan situasi dan kebutuhan zaman

5)    Relevansinya dengna penelitian-penelitian sebelumnya

6)    Gambaran  hasil  penelitian  dan  manfaatnya  bagi  masyarakat  atau  negara  dan  bagi perkembangan ilmu

b). Pemilihan Masalah

1)  Mempunyai nilai penelitian (asli penting dan dapat diuji).

2)  Fisible (biaya, waktu dan kondisi)

3)  Sesuai dengan kualifikasi peneliti.

4)  Menghubungkan dua variabel atau lebih.

c). Perumusan Masalah

1)  Dirumuskan dalam bentuk kalimat tanya.

2)  Jelas dan padat.

3)  Dapat menjadi dasar dalam merumusan hipotesa dan judul penelitian.

Selain dirumuskan dalam bentuk kalimat tanya, suatu masalah dapat dirumuskan dengan menggunakan kalimat berita. Keduanya sama baiknya akan tetapi ada perbedaan dalam kemampuannya mengkomunikasikan pesan yang ada di dalamnya. Kalimat berita lebih bersifat memberikan gambaran tentang karakteristik masalah yang bersangkutan. Sedangkan kalimat tanya dapat lebih mengakibatkan adanya tantangan untuk mengumpulkan informasi lebih lanjut.

Terlepas dari bentuk perumusan masalah yang digunakan, terdapat beberapa kriteria yang dapat dipakai sebagai pegangan untuk merumuskan masalah, yaitu sebagai berikut :

1)  Masalah  yang dirumuskan harus mampu menggambarkan penguraian tentang gejala- gejala yang dimilikinya dan bagaimana kaitan antara gejala satu dengan gejala lainnya.

2)  Masalah harus dirumuskan secara jelas dan tidak mendua arti (ambigu), artinya tidak ada maksud lain yang terkandung selain bunyi masalahnya. Rumusan masalah tersebut juga harus dapat menerangkan dirinya sendiri sehingga tidak diperlukan keterangan lain untuk menjelaskannya.

3)  Masalah yang baik selalu dilengkapi dengan rumusan yang utuh antara unsur sebab dan unsur akibat sehingga dapat menantang pemikiran lebih jauh.

4)  Masalah yang baik hendaknya dapat memancing pembuktian lebih lanjut secara empiris.

Suatu masalah tidak hanya menggambarkan hubungan antargejala tetapi juga bagaimana gejala-gejala tersebut dapat diukur.

d. Tujuan dan Manfaat Penelitian

1)  Tujuan penelitian adalah suatu pernyataan tentang apa yang akan kita cari dari masalah

penelitian.  Cara  merumuskan  yang  paling  mudah  adalah  dengan  mengubah  kalimat pertanyaan dalam rumusan masalah menjadi kalimat pernyataan.

2)  Manfaat penelitian mencakup manfaat teoritis dan praktis.

e.  Telaah Pustaka

Manfaat Telaah Pustaka

1)  Untuk memperdalam  pengetahuan tentang masalah yang diteliti.

2)  Menyusun kerangka teoritis yang menjadi landasan pemikiran.

3)  Untuk mempertajam konsep yang digunakan sehingga memudahkan perumusan hipotesa.

4)  Untuk menghindari terjadinya pengulangan penelitian.

f. Pembentukan Kerangka Teori

Kerangka teori merupakan landasan pemikiran yang membantu arah penelitian, pemilihan

konsep, perumusan hipotesa dan memberi kerangka orientasi untuk klasifikasi dan analisis data Kerangka teori dibuat berdasarkan teori-teori yang sudah ada atau berdasarkan pemikiran logis yang dibangun oleh peneliti sendiri.

Teori  yang  dikupas  harus  mempunyai  relevansi  yang  kuat  dengan  permasalahan penelitian.  Sifatnya  mengemukakan  bagaimana  seharusnya  tentang  masalah  yang  diteliti tersebut  berdasar  konsep  atau  teori-teori  tertentu.  Khusus  untuk  penelitian  hubungan  dua variabel atau lebih  maka dalam landasan teori harus dapat digambarkan secara jelas bagaimana hubungan dua variabel tersebut.

Kedudukan teori dalam penelitian kuantitatif sangatlah penting. Hal ini dikarenakan dari teori tersebut instrumen penelitian ditentukan. Alur penjelasan dalam penelitian kuantitatif berbentuk deduktif, yaitu suatu alur berpikir yang mengawali penjelasannya dengan penjelasan- penjelasan yang bersifat umum dan mengakhiri penjelasan-penjelasan yang bersifat khusus.

Fungsi teori sendiri dalam suatu penelitian kuantitatif adalah untuk merumuskan pertanyaan penelitian, mengidentifikasi konsep-konsep dan merumuskannya ke dalam bentuk variabel-variabel, merumuskan hipotesis, dan menetapkan unit analisis.

g. Perumusan Hipotesis

Hipotesis merupakan jawaban terhadap masalah penelitian yang secara  teoritis dianggap

paling mungkin dan paling tinggi tingkat kebenarannya. Hipotesa merupakan kristalisasi dari kesimpulan teoritik yang diperoleh dari telaah pustaka. Secara statistik hipotesis merupakan pernyataan mengenai keadaan populasi yang  akan diuji kebenarannya berdasarkan data yang diperoleh dari sampel penelitian.

Hipotesis yang diajukan peneliti, setelah membaca teori-teori yang relevan merupakan jawaban sementara terhadap masalah yang diajukan. Oleh karena itu, penggunaan kata tanya dalam perumusan masalah harus juga diperhatikan dengan mempertimbangkan jawaban yang logis dalam hipotesis, sehingga tidak mungkin peneliti dapat mengajukan hipotesis manakala kata tanya yang digunakan dalam perumusan masalah ilmiah adalah kata tanya seperti “sejauh manakah” atau “seberapa besarkah,” karena jawabannya sejauh itu atau sebesar itu.

Ada beberapa cara penulisan hipotesa. Cara menulis hipotesa tergantung pada arah penelitian dan uji hipotesa yang hendak dilakukan, yaitu uji hipotesa satu arah apa dua arah. Hipotesis  awal  yang  diharap  akan  ditolak  disebut  :  Hipotesis  Nol  (H0).  Penolakan                                                                   H0 membawa kita pada penerimaan Hipotesis Alternatif (H1) (beberapa buku menulisnya sebagai Ha ). Nilai Hipotesis Nol (H0) harus menyatakan dengan pasti nilai parameter.

H0          ®        ditulis dalam bentuk persamaan

Sedangkan Nilai Hipotesis Alternatif (H1) dapat memiliki beberapa kemungkinan.

H1           ®        ditulis dalam bentuk pertidaksamaan (< ; > ; ¹).

Misalnya pada penelitian tentang kinerja karyawan pria dan wanita di restoran Jawis,

maka perumusan masalahnya misalnya adakah perbedaan kinerja karyawan pria dan wanita  di restoran Jawis. Kalau ada perbedaan tentu saja ada yang lebih tinggi dan ada yang lebih rendah. Oleh karena itu pada perbedaan tersebut dapat dicermati lebih lanjut misalnya kinerja pria lebih tinggi  daripada wanita, atau sebaliknya.

Sehubungan dengan itu arah penelitian bisa:

1.   Hanya ingin mengetahui apakah ada perbedaan kinerja pria dan wanita.

2.   Ingin mengetahui apakah pria lebih tinggi kinerjanya daripada wanita.

3.   Ingin mengetahui apakah wanita memiliki kinerja lebih tinggi daripada pria.

Kalau sekedar ingin mengetahui ada tidaknya perbedaan, maka uji yang dipilih adalah uji hipotesa dua arah. Sedangkan bila ingin mengetahui   siapa yang lebih tinggi dan siapa yang lebih rendah kinerjanya diperlukan uji hipotesa satu arah saja. Penentuan uji statistik untuk hipotesa satu arah berbeda dengan uji statistik hipotesa dua arah.

Pada hipotesa dua arah, perumusan hipotesanya adalah :

Ho: Tidak ada perbedaan kinerja pria dan wanita di restoran Jawis. Ha: Ada perbedaan kinerja pria dan wanita di restoran Jawis.

Atau secara ringkas ditulis:

Ho: Kinerja pria = kinerja wanita. Ha: Kinerja pria ¹ kinerja wanita.

Pada hipotesa satu arah, perumusan hipotesanya adalah :

Ho: Di restoran Jawis kinerja pria lebih tinggi daripada kinerja wanita. Ha: Di restoran Jawis kinerja pria lebih rendah daripada kinerja wanita.

Atau secara ringkas ditulis:

Ho: Kinerja pria > kinerja wanita. Ha: Kinerja pria < kinerja wanita. Ho: Kinerja wanita > kinerja pria. Ha: Kinerja wanita < kinerja pria.

Contoh 1.

Sebelum tahun 2009, pendaftaran siswa SMK Jawis  dilakukan dengan pengisian formulir secara manual.  Pada tahun 2009, PSB SMK Jawis memperkenalkan sistem pendaftaran “ON-LINE”.

Seorang  panitia  PSB    ingin  membuktikan  pendapatnya  “bahwa  rata-rata  waktu  pendaftaran dengan sistem ON-LINE akan lebih cepat dibanding dengan sistem yang lama” Untuk membuktikan pendapatnya, ia akan membuat hipotesis awal, sebagai berikut :

Hipotesis Awal : rata-rata waktu pendaftaran SISTEM “ON-LINE” sama saja dengan SISTEM LAMA.

Panitia PSB tersebut akan mengambil contoh dan berharap hipotesis awal ini ditolak, sehingga pendapatnya dapat diterima!

Contoh 2 :

Manajemen Kereta Api Indonesia (PT. KAI) melakukan pemeriksaan karcis KRL lebih intensif dibanding  tahun-tahun  sebelumnya,  pemeriksaan  karcis  yang  intensif  berpengaruh  positif terhadap penerimaan PT. KAI.  Untuk membuktikan pendapat ini, hipotesis awal yang diajukan adalah :

Hipotesis  Awal  :  TIDAK ADA PERBEDAAN  penerimaan  SESUDAH maupun SEBELUM

dilakukan perubahan sistem pemeriksaan karcis.

Manajemen  berharap  hipotesis  ini  ditolak,  sehingga  membuktikan  bahwa  pendapat  mereka benar!

Contoh 3. (dari Contoh 1.)

Pada sistem lama, rata-rata waktu pendaftaran   adalah  50 menit. Kita akan menguji pendapat

Panitia PSB tersebut, maka:

Hipotesis awal dan Alternatif yang dapat kita buat :

H0            :           m = 50 menit (sistem baru dan sistem lama tidak berbeda)

H1            :           m ¹ 50 menit (sistem baru tidak sama dengan sistem lama), atau

H0            :           m = 50 menit (sistem baru sama dengan sistem lama)

H1            :           m < 50 menit ( sistem baru lebih cepat)

Contoh  4 (dari Contoh 2.)

Penerimaan PT. KAI per tahun sebelum intensifikasi pemeriksaan karcis dilakukan sebesar sama dengan  Rp.  3 juta.  Maka Hipotesis Awal dan Hipotesis Alternatif dapat disusun sebagai berikut

:

H0            :           m = 3 juta (sistem baru dan sistem lama tidak berbeda) H1                :              m ¹ 3 juta (sistem baru tidak sama dengan sistem lama) atau

H0            :           m = 3 juta (sistem baru dan sistem lama tidak berbeda)

H1            :            m  >  3  juta  (sistem  baru  menyebabkan  penerimaan  per  tahun  lebih  besar dibanding sistem lama)

STUDI KASUS

BOJONEGORO I SURYA – Tanaman tembakau jenis Virginia Voor Oosgt (VO) dan Jawa, yang

berada pada areal 2.733 hektare di Kabupaten Bojonegoro, Jatim, dikhawatirkan mati akibat tergenang air hujan. “Tanaman tembakau yang tergenang air hujan tersebut hampir dipastikan mati karena genangan air hujan di sawah petani sulit dibuang dan dikeringkan,” kata Kepala Bidang Usaha Perkebunan Dinas Perhutanan dan Perkebunan Bojonegoro, Khoirul Insan, Rabu (15/9/2010).

Tugas :

1.   Buat rumusan masalahnya

2.   Buat rumusan hipotesisnya

h. Variabel Penelitian

Konsep merupakan definisi dari sekelompok fakta atau gejala (yang akan diteliti). Konsep

ada yang sederhana dan dapat dilihat seperti konsep meja, kursi dan sebagainya dan ada konsep yang abstrak dan tak dapat dilihat seperti konsep partisipasi, peranan dan sebagainya. Konsep yang tak dapat dilihat disebut construct. Karena construct bergerak di alam abstrak maka perlu diubah dalam bentuk yang dapat diukur secara empiris, atau dalam kata lain perlu ada definisi operasional. Definisi operasional, yaitu definisi yang khusus dipergunakan untuk penelitian yang bersangkutan, bukan definisi buku atau definisi kamus. Misalnya definisi operasional variabel tergantung pada masalah skor tes kemampuan IPA, bisa dibatasi pada ; skor tes semesteran, atau skor tes harian, atau skor tes ujian akhir, atau skor kemampuan pengetahuan (teori) IPA, atau skor kemampuan praktik IPA, dll.

Konsep yang mempunyai variasi nilai disebut variabel. Variabel penelitian adalah faktor yang apabila diukur memberikan nilai yang bervariasi. Macam-macam variabel penelitian:

1) Variabel Bebas (Independent variable)

Variabel bebas merupakan variabel stimulus atau variabel yang mempengaruhi variabel lain. Variabel bebas merupakan variabel yang faktornya diukur, dimanipulasi, atau dipilih oleh peneliti untuk menentukan hubungannya dengan suatu gejala yang diobservasi. Pada contoh pengaruh warna minat beli sepeda motor, “warna” adalah variabel bebas yang dapat dimanipulasi dan dilihat pengaruhnya terhadap “minat beli”, misalnya apakah warna merah sepeda motor dapat menimbulkan minat beli konsumen terhadap sepeda motor tersebut.

2) Variabel Tergantung (dependent variable)

Variabel tergantung adalah variabel  yang memberikan reaksi / respon jika dihubungkan dengan varibel bebas. Variabel tergantung adalah variabel yang faktornya diamati dan diukur untuk menentukan pengaruh yang disebabkan oleh varaibel bebas. Pada contoh pengaruh warna terhadap minat beli sepeda motor, maka variabel tergantungnya ialah “minat beli”. Seberapa besar pengaruh warna merah terhadap minat beli konsumen terhadap sepeda motor tersebut. Untuk meyakinkan pengaruh variabel bebas warna merah terhadap minat beli maka warna merah dapat diganti dengan warna biru. Jika besaran pengaruhnya berbeda maka manipulasi terhadap varibel bebas membuktikan adanya hubungan antara varaibel bebas warna dan minat beli konsumen.

3) Variabel Moderat (Moderate variable)

Variabel moderat adalah variabel bebas kedua yang sengaja dipilih oleh peneliti untuk menentukan apakah  kehadirannya berpengaruh terhadap  hubungan  antara  variabel  bebas pertama dan variabel tergantung. Variabel moderat merupakan variabel yang faktornya diukur, dimanipulasi, atau dipilih oleh peneliti untuk mengetahui apakah varaibel tersebut mengubah hubungan antara variabel bebas dan variabel tergantung.

Pada kasus adanya hubungan antara warna sepeda motor dengan minat beli, peneliti memilih variabel moderatnya ialah “harga”.  Dengan dimasukannya variabel moderat harga, peneliti ingin mengetahui apakah besaran hubungan kedua varibel tersebut berubah. Jika berubah maka  keberadaan  variabel  moderat  berperan,  sedang  jika  tidak  berubah  maka  variabel moderat tidak mempengaruhi hubungan kedua variabel yang diteliti.

Contoh lain:

a)  Hipotesa: Ada hubungan antara promosi di media televisi dengan meningkatnya kesadaran merek handphone Samsung  di kalangan konsumen

b)  Variabel bebas: promosi

c)  Variabel tergantung: kesadaran merek d)  Variabel moderat: media promosi

4) Variabel Kontrol (Control variable)

Dalam penelitian peneliti selalu berusaha menghilangkan atau menetralkan pengaruh yang dapat menganggu hubungan antara variabel bebas dan variabel tergantung. Suatu varaibel yang pengaruhnya akan dihilangkan disebut variabel kontrol. Variabel kontrol didefinisikan sebagai variabel yang faktornya dikontrol oleh peneliti untuk menetralisasi pengaruhnya. Jika tidak dikontrol variabel tersebut akan mempengaruhi gejala yang sedang dikaji.

Contoh:

a)  Hipotesa:  ada  pengaruh  kontras  warna  baju  terhadap  keputusan  membeli  di kalangan wanita

b)  Variabel bebas: kontras warna

c)  Variabel tergantung: keputusan membeli d)  Variabel kontrol: wanita (jenis kelamin)

Pada kasus penelitian di atas  variabel kontrolnya jenis kelamin wanita.  Asumsi peneliti hanya wanita saja yang terpengaruh kontras warna baju jika mereka ingin membelinya.

5) Variabel pengganggu (Intervening variabel)

Variabel  bebas,  tergantung,  kontrol  dan  moderat  merupakan  variabel-variabel  kongkrit. Ketiga variabel, yaitu variabel bebas, kontrol dan moderat tersebut dapat dimanipulasi oleh peneliti dan pengaruh ketiga varaibel tersebut dapat dilihat atau diobservasi. Lain halnya dengan variabel pengganggu, variabel tersebut bersifat hipotetikal   artinya secara kongkrit pengaruhnya tidak kelihatan, tetapi secara teoritis dapat mempengaruhi hubungan antara varaibel bebas dan tergantung yang sedang diteliti. Oleh karena itu, variabel pengganggu didefinisikan sebagai variabel yang secara teoritis mempengaruhi hubungan variabel yang sedang diteliti tetapi tidak dapat dilihat, diukur, dan dimanipulasi; pengaruhnya harus disimpulkan dari pengaruh-pengaruh variabel bebas dan variabel moderat terhadap gejala yang sedang diteliti.

Contoh:

a)  Hipotesa: Jika minat terhadap tugas meningkat, maka kinerja mengerjakan tugas tersebut akan semakin meningkat

b)  Variabel bebas: minat terhadap tugas

c)  Variabel tergantung: kinerja dalam mengerjakan tugas d)  Variabel penganggu: proses belajar

Keterangan kasus di atas adalah sebagai berikut jika siswa tertarik terhadap tugas yang diberikan oleh guru, maka hasilnya akan baik. Besar kecilnya   kinerja   dipengaruhi oleh  minat;  sekalipun  demikian  hasil  akhir  pengerjaan  tugas  tersebut  dipengaruhi  oleh faktor siswa belajar atau tidak terlebih dahulu dalam mengerjakan tugas tersebut. Dengan minat yang tinggi dan persiapan belajar yang baik, maka kinerjanya akan semakin besar. Contoh 2:

a)  Hipotesa: Layanan yang baik mempengaruhi kepuasan pelanggan b)  Variabel bebas: layanan yang baik

c)  Variabel tergantung: kepuasan pelanggan

d)  Variabel pengganggu: kualitas jasa / produk

Pada umumnya layanan yang baik akan memberikan kepuasan yang tinggi terhadap pelanggan; sekalipun demikian kualitas jasa akan mempengaruhi hubungan variabel layanan dengan variabel kepuasan. Layanan baik belum tentu memberikan kepuasan kepada pelanggan  jika  kualitas  jasanya  atau  produknya  rendah.  Misalnya  sebuah  toko  sepatu

memberikan layanan yang baik kepada pelanggannnya. Ketika seorang pembeli mengetahui bahwa sepatunya sobek pada bagian tertentu maka tingkat kepuasannya akan turun.

6) Hubungan Antara Variabel Bebas dan Variabel Tergantung

Pada  umumnya  orang  melakukan  penelitian  dengan  menggunakan  lebih  dari  satu

varibel,  yaitu variabel bebas dan variabel tergantung. Kedua varibel tersebut kemudian dicari hubungannya.

Contoh 1

a)  Hipotesa penelitian: Ada hubungan antara “gaya kepemimpinan” dengan “kinerja”

pegawai

b)  Variabel bebas: gaya kepemimpinan

c)  Variabel tergantung: minat beli

Gaya kepemimpinan mempunyai hubungan dengan kinerja pegawai, misalnya gaya kepemimpinan yang sentralistis akan berdampak terhadap kinerja pegawai secara berbeda dengan gaya kepemimipinan yang bersifat delegatif.

Contoh 2

a)  Hipotesa penelitian: Ada hubungan antara promosi dengan volume penjualan

b)  Variabel bebas: promosi

c)  Variabel tergantung: volume penjualan

Promosi  mempunyai  hubungan  dengan  ada  dan  tidaknya  peningkatan  volume penjualan di perusahaan tertentu.

Contoh Kasus

Mengukur metode dalam mengajar terhadap prestasi siswa. Asumsi peneliti ialah ada

variabel-variabel  lain  yang  mempengaruhi,  yaitu  kepribadian  siswa,  jenis  kelamin  dan sarana formalitas di kelas.

a)  Variabel bebas: Metode

b)  Variabel tergantung: prestasi belajar

c)  Variabel moderator: kepribadian siswa d)  Variabel kontrol: jenis kelamin

e)  Variabel pengganggu: sarana formalitas di kelas

Keterangan dari kasus di atas adalah sebagai berikut:

Peneliti ingin mengetahui ada dan tidaknya pengaruh metode mengajar dengan prestasi siswa. Metode mengajar merupakan variabel bebas dan prestasi siswa merupakan variabel tergantung. Peneliti juga mempertimbangkan adanya faktor lain yang mempengaruhi hubungan  dua  variabel  tersebut,  yaitu  kepribadian  siswa.  Variabel  kepribadian  siswa sengaja dipilih untuk menentukan apakah kehadirannya mempengaruhi hubungan antara variabel bebas dan variabel tergantung. Peneliti bermaksud menetralisasi kemungkinan berpengaruhnya faktor jenis kelamin, oleh karena itu jenis kelamin akan dikontrol sebagai variabel  kontrol.  Tujuannya  ialah  menghilangkan  kemungkinan  munculnya  kerancuan akibat faktor tersebut. Secara teori sarana formalitas di kelas akan mempengaruhi hubungan antara metode mengajar  dan  prestasi  siswa.  Maka sarana formalitas  di  kelas  dijadikan sebagai variabel pengganggu.

7) Pengukuran variabel

Mengukur adalah membandingkan suatu besaran yang diukur dengan besaran sejenis

yang ditetapkan sebagai satuan. Sedangkan besaran adalah segala sesuatu yang dapat diukur dan dinyatakan dengan angka-angka. Jika kita hendak melakukan penelitian, maka harus ditetapkan dulu skala pengukuran yang digunakan untuk mengukur variabel-variabelnya.

Ada empat jenis skala pengukuran ialah: (1) skala nominal, (2) skala ordinal, (3) skala interval, dan (4) skala rasio

a) Skala Nominal

Skala nominal adalah skala yang paling sederhana disusun menurut jenis atau fungsi

bilangan  hanya  sebagai  symbol  untuk  membedakan  sebuah  karakteristik  dengan

karakteristik lainnya. Contohnya : jenis kulit hitam 1.kuning 2. putih 3. Angka 1,2,3 hanya sebagai label saja.

b) Skala Ordinal

Skala Ordinal ialah skala yang didasarkan pada rangking, di urutkan dari jenjang yang

lebih tinggi sampai jenjang terendah. Contohnya : Status sosial kaya no.1, sederhana no.2, dan miskin no.3,

c) Skala Interval

Skala interval adalah skala yang menunjukkan jarak antara satu data dengan data yang

lainnya dan mempunyai bobot yang sama. Contohnya: skor ujian perguruan tinggi : A,B,C,D,dan E.

d) Skala Ratio

Skala  Ratio  adalah  adalah  angka-angka  yang  menunjukkan  nilai  yang  sebenarnya.

Contohnya: berat badan 50 kg, tinggi pohon 3 meter, tinggi badan manusia 175 cm.

Alat ukur yang telah ditetapkan sebelum digunakan terlebih dahulu juga harus diuji. Pengujian instrumen penelitian dilakukan dengan uji validitas dan reliabilitas. Validitas adalah indeks yang menunjukkan sejauh mana suatu alat  pengukur betul-betul mengukur apa yang akan diukur.Validitas untuk melihat apakah definisi operasional telah benar-benar mengukur atau sesuai dengan definisi konseptual. Dengan kata lain, validitas berkenaan dengan tingkat kesesuaian antara definisi konseptual dan definisi operasional dari variabel.

Reliabilitas adalah pengujian alat ukur yang bertujuan untuk melihat stabilitas dan konsistensi dari suatu definisi operasional. Suatu alas ukur dikatakan reliabel jika kita selalu mendapatkan hasil yang tetap sama dari pengukuran gejala yang sama, meski dilakukan pada waktu yang berbeda-beda.

Tiga jenis reliabilitas, yaitu stability reliability, representative reliability, equivalence reliability.  Reliabilitas menunjukkan kemantapan/konsistensi  hasil pengukuran. Suatu alat pengukur dikatakan mantap  atau konsisten, apabila untuk mengukur sesuatu berulang kali, alat pengukur itu menunjukkan hasil yang sama, dalam kondisi yang sama. Setiap alat pengukur seharusnya memiliki kemampuan untuk memberikan hasil pengukuran yang mantap atau konsisten. Pada alat pengukur fenomena fisik seperti berat dan panjang suatu benda, kemantapan atau konsistensi hasil pengukuran bukanlah sesuatu yang sulit diperoleh.

Teknik-teknik untuk menentukan reliabilitas ada tiga  yaitu:  a. teknik  ulangan, b. teknik bentuk pararel dan c. teknik belah dua. Dalam tulisan ini akan dijelaskan satu teknik saja yaitu teknik belah dua.

Teknik belah dua merupakan cara mengukur reliabilitas suatu alat ukur dengan membagi alat ukur menjadi dua kelompok. Adapun langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:

a)  Mengajukan instrumen kepada sejumlah responden kemudia dihitung validitas itemnya.

Item yang valid dikumpulkan menjadi satu, item yang tidak valid dibuang.

b)  Membagi  item  yang valid tersebut menjadi dua belahan. Untuk mebelah instrumen menjadi dua, dapat dilakukan dengan salah satu cara berikut:

(1) Membagi item dengan cara acak (random). Separo masuk belahan pertama, yang separo lagi masuk belahan kedua; atau

(2) Membagi  item  berdasarkan  nomor  genap-ganjil.  Item   yang  bernomor  ganjil dikumpulkan menjadi satu dan yang bernomor genap juga dijadikan satu. Untuk menghitung reliabilitasnya skor total dari kedua belahan itu dikorelasikan.

2. Penetapan Metode Penelitian

Penetapan  metode  penelitian  mencakup;  penentuan  subyek  penelitian  (populasi  dan  sampel),

metode pengumpulan data (penyusunan angket) dan,    metode analisis data (pemilihan analisis statistik yang sesuai dengan jenis data).

a. Pengertian Populasi dan Sampel

Dalam penelitian kuantitatif, penggunaan populasi dan sampel memegang peran yang penting. Bukan, saja kita dituntut untuk memahami dengan baik, apa yang dimaksud dengan populasi dan sampel, namun kita juga harus dapat menerapkannya dengan baik dan benar. Banyak hal yang harus  dijadikan  pertimbangan  ketika  kita  akan  melakukan  proses  penarikan  sampel.  Perlu tidaknya kita mengambil sampel, juga merupakan satu hal yang perlu kita pertimbangkan. Demikian pula besar kecilnya sampel perlu kita pertimbangkan dengan benar. Segala pertimbangan  tersebut  dapat  berakibat  pada  kebenaran  ilmiah  dari  hasil  laporan  yang  kita lakukan.

Dalam mempelajari populasi dan sampel, terdapat beberapa konsep yang harus kita pahami baik- baik, yaitu populasi target, populasi survei, sampling unit, sampling element, unit analisis dan unit observasi,  yang semua konsep tersebut saling terkait. Dalam melakukan pertimbangan- pertimbangan, maka sebaiknya pertimbangan yang sifatnya praktis, seperti pertimbangan akan masalah biaya, waktu dan tenaga, jangan sampai pertimbangan praktis tersebut menjadi bahan pertimbangan utama.

b. Teknik Penarikan Sampel

Ada dua cara teknik penarikan sampel, yaitu secara probabilita dan non probabilita. Untuk teknik

yang  probabilita  terbagi  menjadi  random  sederhana,  sistematis,  stratifikasi,  serta  cluster. Demikian pula untuk yang nonprobabilita terbagi ke dalam purposive, snowball, accidental, serta quota. Sebaiknya peneliti melakukan teknik yang probabilita, karena dengan demikian hasil penelitian bisa digeneralisasikan ke tingkat populasi. Mengenai teknik penarikan sampel dapat dipelajari lebih lanjut pada buku-buku metodologi penelitian atau statistik.

3. Pembuatan Rancangan Penelitian

Rancangan penelitian adalah pedoman yang disusun secara sistematis dan logis tentang apa yang

akan dilakukan dalam penelitian. Rancangan atau disain penelitian digunakan untuk menentukan bagaimana latar penelitian diatur agar diperoleh data yang dibutuhkan untuk menguji hipotesa. Pemilihan disain harus mengacu pada hipotesa  yang akan diuji dan ditetapkan                         sejak awal penelitian. Rancangan penelitian memuat: judul, latar belakang masalah, masalah, tujuan, kajian pustaka,     hipotesis,            definisi                  operasional,  metode     penelitian,        jadwal      pelaksanaan, organisasi/tenaga pelaksana dan rencana anggaran. Rancangan penelitian ini disajikan dalam bentuk proposal.

4. Teknik Pengumpulan Data

Dalam pengumpulan data  diperlukan kemampuan melacak peta wilayah, sumber informasi dan

keterampilan menggali data. Untuk itu diperlukan pelatihan bagi para tenaga pengumpul data. Ada beberapa metode dan alat untuk pengumpulan data, antara lain:

a. Teknik Kuesioner

Teknik kuesioner dapat ditempuh dalam beberapa cara, yaitu:

1) Teknik mailed questionnaire. Ini merupakan teknik pengumpulan data dengan cara mengirimkan kuesioner kepada responder ke rumah masing-masing.

2)  Teknik pembagian kuesioner secara langsung. Teknik ini ditempuh dengan cara menemui responder secara langsung dan kuesioner diisi sendiri oleh si responder.

3)  Teknik wawancara berstruktur. Teknik ini merupakan suatu wawancara didasarkan pada kuesioner, dimana pewawancara akan membacakan pertanyaan satu per satu kepada responder

b. Survai dan Eksperimen

Istilah survei biasanya dirancukan dengan istilah observasi dalam pengertian sehari-

hari.  Pada  hal  kedua  istilah  tersebut  mempunyai  pengertian  yang  berbeda,  walaupun keduanya merupakan kegiatan yang saling berhubungan.

Menurut kamus Webster, pengertian survei adalah suatu kondisi tertentu yang menghendaki kepastian informasi, terutama bagi orangorang yang bertanggung jawab atau yang tertarik. Tujuan dari survei adalah memaparkan data dari objek penelitian, dan menginterpretasikan dan menganalisisnya secara sistematis. Kebenaran informasi itu tergantung kepada metode yang digunakan dalam survei.

Ada beberapa tipe dalam survei, yaitu:

1)  Survei yang lengkap, yaitu yang mencakup seluruh populasi atau elemen-elemen yang menjadi objek penelitian. Survei tipe ini disebut sensus.

2)  Survei yang hanya menggunakan sebagian kecil dari populasi, atau hanya menggunakan sampel dari populasi. Jenis ini sering disebut sebagai sample survey method.

Eksperimen    adalah     usaha     pengumpulan     data     sedemikian    rupa,     sehingga memungkinkan memperoleh kesimpulan  yang jelas, terutama kebenaran suatu hipotesis yang menyangkut hubungan sebab-akibat. Di dalam melakukan eksperimen, peneliti harus menciptakan suatu situasi buatan atau kondisi yang dimanipulasi, untuk dapat memperoleh data yang diperlukan untuk pengukuran suatu gejala yang tepat. Penelitian eksperimen tidak hanya dilakukan di suatu ruangan yang tertutup, seperti ruang laboratorium, tetapi juga dapat dilakukan di lingkungan yang tidak dibuat dengan desain khusus. Namun kedua cara ini mempunyai kekuatan dan kelemahan masing-masing.

c. Metode Polling

Polling  adalah  suatu  penelitian  (survei)  dengan  menanyakan  kepada  masyarakat

mengenai  pendapat  suatu  isu/masalah tertentu.  Secara  metodologis,  polling  adalah suatu teknik untuk menyelidiki apa yang dipikirkan orang terhadap isu/masalah yang muncul. Jadi polling adalah metode untuk mengetahui pendapat umum (public opinion).

Pengertian tentang pendapat umum (public opinion) adalah sebagai apa yang dipikirkan, sebagai pandangan dan perasaan yang sedang berkembang di kalangan masyarakat tertentu mengenai setiap isu yang menarik perhatian rakyat.

Ada  beberapa  tahapan  dalam  polling,  yaitu:  penentuan  topik,  menentukan  tujuan polling, menentukan populasi, menentukan metode pengambilan data yang akan digunakan dan menentukan teknik pengolahan data dan penyajian hasil (publikasi).

5. Pengolahan, Analisis dan Interpretasi Hasil Penelitian a. Pengolahan data

Pengolahan data meliputi editing, coding, katagorisasi dan tabulasi data. Analisis data

bertujuan menyederhanakan data sehingga mudah dibaca dan ditafsirkan. Dalam penelitian kuantitatif  analisis  data  menggunakan  statistik.                       Interpretasi  bertujuan  menafsirkan  hasil analisis secara lebih luas untuk menarik kesimpulan.

Tahap editing data atau yang disebut juga tahap pemeriksaan data adalah proses peneliti memeriksa  kembali  data  yang  telah  terkumpul  untuk  mengetahui  apakah  data  yang terkumpul  cukup  baik  dan  dapat  diolah  dengan  baik.  Dalam  editing  data  dibutuhkan perhatian terhadap lengkapnya pengisian, kejelasan tulisan, kejelasan makna jawaban, konsistensi antarjawaban, relevansi jawaban dan keseragaman kesatuan data.

Proses koding data adalah usaha penyederhanaan data penelitian. Proses ini di jalankan dengan membuat kode untuk masing-masing kategori jawaban. Keuntungan yang didapat adalah  mempermudah  dan  mempercepat  analisis  serta  mempermudah  penyimpanan  data yang ada.

Dalam koding data perlu diperhatikan sistem pengkodean berdasarkan jenis pertanyaan. Terdapat dua macam sistem pengkodean yang berbeda yaitu terhadap jawaban pertanyaan tertutup dan terhadap jawaban pertanyaan terbuka. Sistem lain yang lebih terperinci adalah berdasarkan  jenis  pertanyaan.  Tahap  selanjutnya  adalah  cleaning  data.  Pada  tahap  ini, suapaya data mudah dianalisis, data yang ada diringkas. Tentunya terdapat informasi yang hilang, namun usaha ini pada hakikatnya dilakukan untuk mengecek dan menghilangkan data-data yang tidak perlu atau dapat merusak pengolahan data.

Proses recording data, adalah proses perekaman atau pengkoleksian data dalam sebuah wahana yang dapat memaparkan hasil penelitian kita. Wahana, tersebut dapat berupa komputer  atau  wahana  lainnya.  Kemudian  proses  pembentukan  yang  merupakan  proses

dengan mengkode data berdasarkan buku kode yang telah disusun. Data dimasukkan ke dalam lembar kode dengan kode angka yang sudah di tentukan.

b. Rencana Analisa Data

Rencana analisis data harus dibuat dalam penelitian, karena dengan proses ini dapat

menuntun peneliti bagaimana data yang ada harus disusun agar mempunyai makna. Rencana analisis data didasarkan pada kondisi yang telah dikumpulkan yang berarti dapat saja data yang diperoleh  dari  hasil  penelitian  dapat  berbeda dengan  apa  yang telah  direncanakan semula.

Ada beberapa kondisi data penelitian:

1)  adanya keterbatasan dan peneliti sehingga rencana data yang seharusnya bisa digali ternyata tidak banyak dapat dilakukan.

2)  Data yang didapat dilapangan tidak terbatas pada data yang sudah direncanakan.

3)  Dari data yang direncanakan hanya beberapa bagian yang diperoleh di lapangan.

4)  Terjadi ketidaksamaan antara data yang direncanakan dengan data yang diperoleh.

c. Penyajian Data

Setelah data sudah selesai diolah, maka tahap selanjutnya adalah menampilkan data

tersebut dalam bentuk laporan. Dalam penyajian datanya, kita bisa menyajikan dalam dua cara, yaitu dengan menggunakan angka-angka yang dibuat dalam bentuk tabel frekuensi. Tabel frekuensi ini bisa menyajikan tabel univariat (satu variabel), tabel bivariat (untuk dua variabel), serta tabel multivariat (untuk lebih dari dua variabel). Tabel univariat digunakan untuk memberikan gambaran atau deskripsi dari sebuah variabel.

Tabel bivariat digunakan untuk memberikan gambaran pola hubungan antar variabel. Sedangkan tabel multivariat digunakan untuk memberikan gambaran pola hubungan antar dua variabel yang dikontrol dengan variabel ketiga. Penyajian lain dengan cara menampilkan grafik. Ada banyak ragam grafik, yang masing-masing hanya bisa digunakan untuk variabel- variabel tertentu.

d. Analisa Data

Untuk melakukan interpretasi dan analisis data, maka pemahaman akan skala variabel

menjadi penting, karena ada beberapa perhitungan statistik yang didasarkan pads skala variabel. Untuk univariat, baik disajikan melalui tabel frekuensi maupun melalui grafik, cars interpretasinya biasanya dilakukan dengan melihat persentasenya. Untuk tabel bivariat, bisa dilihat berdasar ada tidaknya hubungan, sifat hubungan, serta kekuatan hubungan. Untuk multivariat ada 5 tipe elaborasi yang dimungkinkan, yaitu spesifikasi, replikasi, interpretasi, eksplanasi, serta suppressor.

6. Menyusun Laporan Penelitian

Untuk  memudahkan  menyusun  laporan  maka  diperlukan  kerangka  laporan  /out  line.

Kerangka laporan akan dibahas di pembelajaran selanjutnya.

Hal yang penting dilakukan ketika melakukan penelitian sampai membuat laporan penelitian adalah etika penelitian.

Etika penelitian merupakan ketentuan yang mengatur tanggung jawab sosial, moral, dan akademik peneliti terhadap manusia dan masyarakat yang diteliti, masyarakat umum, disiplin ilmunya, rekan sebidang, pemesan, dan siswa dengan menghormati hak, kepentingan, dan kepekaan mereka. Oleh karena itu, peneliti berkewajiban menghargai martabat dan kerahasiaan subjek penelitian dan memperhatikan kesejahteraan jasmani dan rohani orang yang diteliti. Dalam hal mengumumkan atau menerbitkan hasilnya, misalnya peneliti wajib menghormati hak para nara sumber untuk tidak disebutkan identitasnya, kecuali bila ada persetujuan yang jelas dari yang bersangkutan. Dengan demikian keamanan jasmani, dan kesehatan batin dari nara sumber tersebut dapat terlindungi dengan baik.

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah peneliti berkewajiban menjelaskan maksud dan tujuan  penelitiannya  kepada  para  nara  sumber.  Permohonan  izin  kepada  pejabat  yang berwenang di lokasi penelitian itu juga perlu, apalagi penelitian itu dilakukan di daerah bukan tempat kita bekerja/berdomisili. Hal itu untuk menjaga hubungan baik kita sebagai peneliti

dengan para nara sumber itu. Menjalin hubungan baik itu harus dilakukan, sebab kemungkinan akan ada penelitian lanjutan, meski bukan kita yang melanjutkan penelitian serupa itu.

Etika yang berlaku di dalam penulisan ilmiah adalah :

a.   Pertama,  dilarang  memanipulasi  data,  misalnya  data  yang  diolah  bukan  data  yang sebenarnya diperoleh dari lapangan, tetapi atas dasar perkiraan semata dari peneliti sendiri.

b.   Kedua, dilarang melakukan plagiarism, yakni mengakui tulisan ahli lain sebagai tulisan sendiri.

c.   Ketiga, dilarang menutupi kebenaran dengan sengaja, namun tidak berarti bahwa peneliti boleh,  menutupi kebenaran secara tidak sengaja.

d.   Keempat, dilarang menyulitkan pembaca, artinya hal-hal yang ditulis dalam laporan itu harus mudah dipahami oleh pembaca.

e.   Kelima, peran serta setiap orang yang terlibat di dalam penelitian harus diberi angka kredit (penghargaan). Apabila penelitian itu dilakukan berdua, maka yang paling banyak menyumbang (pikiran, gagasan waktu, tenaga, dan sebagainya) sejak proposal hingga penulisan laporan itu, maka orang itu menjadi penulis utama, sedangkan yang menyumbang lebih sedikit sebagai penulis kedua.

f.   Keenam, berilah pula penghargaan kepada para ahli yang buah pikiran, gagasan, dan karya tulisannya dijadikan bahan rujukan.

g.   Ketujuh, berilah pula penghargaan kepada para informan, orang atau lembaga yang berjasa dalam penelitian yang Anda lakukan.

h.   Kedelapan,  jangan  lupa  mintalah  pendapat  kepada  seorang  penyunting  agar  laporan penelitian Anda laik dibaca.

Perlu diingat bahwa tujuan penelitian adalah menjelaskan hasil temuan,  yang berarti menjelaskan hal-hal yang belum diketahui orang. Oleh karena itu, dalam laporan penelitian penyajian tulisan dan bahasa yang digunakan harus memungkinkan orang mudah memahami

maksud peneliti.

anda.

Tugas:

Buat hipotesis yang berkaitan dengan tinggi siswa kelas x aph

Lakukan pengukuran tinggi siswa kelas x aph untuk membuktikan kebenaran hipotesis

LAKUKAN : Kegiatan Kelompok

Sebaiknya  untuk  melaksanakan  kegiatan  ini,  siswa  dalam  satu  kelas  dibagi  menjadi       beberapa

kelompok, di mana masing-masing kelompok beranggotakan 5 orang.

Siapkan penelitian berikut ini. Sebelum dilakukan,  sebaiknya anda menyusun proposalnya  (dalam kegiatan berikutnya).

A. Tema Penelitian

Pengaruh oli mesin bekas terhadap percambahan biji kedele (kacang hijau).

B. Asumsi/dasar pemikiran

Oli mesin bekas jika dibuang ke tanah menyebabkan polusi tanah. Tanah yang terkena polusi

berpengaruh tidak baik terhadap tanaman, termasuk percambahan biji-bijian.

C. Hipotesis

Perendaman biji kedele (kacang hijau) dengan campuran olie mesin bekas dapat   mempengaruhi

percambahan biji kedele (kacang hijau).

D. Alat

1.   Gelas atau wadah dari plastik 10 buah.

2.   Spet bekas tinta printer

3.   Gayung air.

4.   Kertas label

5.   Lembaran kain kasa atau lembaran plastik bening.

E. Bahan

1.   Biji kacang-kacangan ( kedele/kacang hijau) 250 biji atau secukupnya.

2.   Olie mesin bekas 200 ml

F. Cara kerja:

1.   Siapkan semua alat dan bahan.

2.   Buatlah campuran air bersih dengan oli mesin bekas dengan dosis 5 ml/1 liter air (campuran A)

dan air bersih biasa (larutan B).

3.   Siapkan dua kelompok gelas masing-masing terdiri dari 5 buah gelas berlabel A dan berlabel B.

Kelompok pertama terdiri 5 gelas berlabel A dan kelompok kedua 5 gelas  berlabel B.

4.   Masukkan/ rendam  biji kedele/kacang hijau dalam gayung yang berisi air.

5.   Pilihlah biji-bijian terendam saja, hitung sedemikian hingga jumlahnya ada 250-an biji.

6.   Masukkan biji kedele/kacang hijau kedalam gelas berlabel A dan gelas berlabel B masing- masing 25 biji (sejumlah yang sama).

7.   Siram semua  gelas  kelompok A dengan air campuran A, dan siram gelas B dengan larutan B.

Masing-masing banyaknya sama, sedemikian hingga semua biji terendam.

8.   Biarkan kedua kelompok gelas tadi  selama 24 jam.

9.   Buang sisa air dalam gelas kemudian tutup gelas dengan kain basah atau plastik yang dilobangi, biarkan di tempat teduh  selama 2 hari.

10. Pada hari ke 4 atau 5, akhiri percobaan ini dan hitung berapa biji yang bisa bertunas, dari masing-masing kemompok gelas.

11. Data yang diperoleh kemudian dilakukan pengolahan data, dan seterusnya, sampai tahap-tahap penelitian berakhir.

G. Hasil Kerja

Daftar Pengamatan

No. Jumlah Biji yang bertunas/tumbuh
Gelas Kelompok A Gelas Kelompok B
1    
2    
3    
4    
5    

ULANGAN HARIAN 1

Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dengan benar !

1.  Apakah yang dimaksud dengan penelitian kuantitatif ?

2  Hal terpenting apa yang harus ada dalam penelitian kuantitatif ?

3.  Pertimbangan apa saja yang digunakan untuk memilih masalah dalam penelitian?

4.  Pertimbangan apa saja yang digunakan untuk merumuskan masalah dalam penelitian?

5.  Apa fungsi landasan teori dalam penelitian?

6. Apakah hubungan hasil telaah pustaka dengan hipotesis ?

7. Apa akibatnya dari sebuah penelitian yang hasil hipotesis nol-nya ditolak ?

8. Sebutkan jenis – jenis variabel penelitian !

9. Apakah yang dimaksud dengan reliabilitas dan  validitas alat ukur? jelaskan !

10. Jelaskan perbedaan antara populasi dan sampel !

B. Proposal Penelitian

Rancangan penelitian biasanya dituangkan dalam bentuk proposal penelitian. Secara umum

format proposal penelitian adalah sebagai berikut:

PROPOSAL PENELITIAN

1.   URAIAN UMUM

1.1 JUDUL

Judul merupakan ringkasan satu kalimat yang menggambarkan seluruh kegiatan penelitian.

1.1 Bidang Ilmu                       :

1.2 Tim Peneliti                       :

2.   RINGKASAN

Berisi latar belakang masalah, tujuan, narasi kerangka konseptual, dan metode penelitian secara

ringkas.

3.   LATAR BELAKANG MASALAH

Latar belakang masalah berisi uraian tentang kronologis masalah, untuk menjawab pertanyaan

mengapa masalah penelitian  Anda timbul dan perlu diteliti.

4.   RUMUSAN MASALAH

Rumusan Masalah (Research Question) merupakan rumusan secara konkret masalah yang

ada dalam bentuk pertanyaan penelitian yang dilandasi pemikiran teoritis.

5.   TUJUAN dan MANFAAT PENELITIAN

Tujuan penelitian merupakan tujuan yang ingin dicapai melalui proses penelitian.

Manfaat penelitian merupakan implikasi hasil penelitian, baik dalam pengembangan maupun terapan iptek.

6.   KAJIAN PUSTAKA

Kajian  pustaka  memuat  uraian  yang  sistematik  tentang  teori  yang  relevan,  fakta,  dan  hasil

penelitian  sebelumnya  yang  berasal  dari  pustaka  atau  penelitian  pendahuluan  yang  telah dilakukan yang berhubungan dengan penelitian yang akan dilakukan.

7.   KERANGKA KONSEPTUAL dan HIPOTESIS

Kerangka konseptual merupakan konsep pemikiran untuk menyelesaikan masalah penelitian,

yang berisi hasil sintesis, abstraksi, deduksi, dan ekstrapolasi dari informasi ilmiah yang dibaca

peneliti dan disusun dalam bentuk bagan dan diberi narasi. Hipotesis    (bila ada) merupakan jawaban sementara dari Rumusan Masalah

8.   METODE PENELITIAN

Metode penelitian merupakan cara penelitian  yang digunakan untuk menyelesaikan masalah

penelitian. Metode penelitian terdiri dari:

8.1 Jenis / rancangan penelitian

8.2 Populasi, besar sampel, teknik pengambilan sampel.

8.3 Variabel penelitian

8.4 Batasan operasional variabel.

8.5 Lokasi dan jadwal penelitian.

8.6 Rancangan analisis data

8.7 Kerangka Operasional

Kerangka operasional merupakan urutan pelaksanaan kegiatan penelitian, yang disusun dalam bentuk bagan.

9.   DAFTAR PUSTAKA

Ditulis dengan Harvard style (disusun berdasarkan sistem nama dan tahun, dengan urutan

abjad nama pengarang, tahun, judul tulisan, dan sumber).

10. RINCIAN ANGGARAN

Rincian biaya tanpa honor peneliti.

LAKUKAN : Kegiatan Kelompok

Buatlah Proposal penelitian sesuai tema kegiatan penelitian di atas (kegiatan sebelumnya). Agar lebih

sempurna  rancangan  penelitian  Anda,  buatlah  kelas  diskusi  agar  masing-masing  kelompok  bisa memberikan kritik atau apresiasi terhadap rancangan penelitian tersebut.

Proposal Penelitian

 

Judul penelitian :

………………………..

I.   PENDAHULUAN

A.   Latar Belakang Masalah

……………………………………………………………………………………………………

……………………………………………………………………………………………………

……………………………………………………………………………………………………

B. Rumusan Masalah

……………………………………………………………………………………………………

……………………………………………………………………………………………………

C.   Tujuan Penelitian

……………………………………………………………………………………………………………………………………….

……………………………………………………………………………………………………………………………………….

D.   Manfaat Penelitian

……………………………………………………………………………………………………

……………………………………………………………………………………………………

……………………………………………………………

II. TINJAUAN PUSTAKA

A.  Kajian Teori

………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………

B.  Rumusan Hipotesis

………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………

III. METODE PENELITIAN

A.  Definisi Operasional Variabel

………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………

B.  Rancangan Penelitian

………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………

C.  Populasi dan Sampel

………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………

D.  Instrumen, Alat dan Bahan

………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………

E.  Prosedur Pelaksanaan Penelitian

………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………

F.  Rancangan Analisis Data

………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………

G.  Jadwal Penelitian

………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………

UJI SUB KOMPETENSI 2

A. Berilah tanda silang (x) huruf a, b, c, d atau e pada jawaban yang dianggap paling benar !

1.Dibawah ini pernyataan yang tidak benar tentang hipotesis, adalah ….

A.disusun dengan kalimat tanya. B.dirumuskan berdasarkan teori C.harus bisa diuji kebenarannya

D.dirumuskan dalam bentuk pernyataan

E.ditulis dengan singkat dan jelas sehingga mudah dimengerti

2.Dari rumusan masalah, apakah cahaya matahari berpengaruh terhadap pertumbuhan kecambah jagung ? maka salah satu bunyi Hipotesis nol (Ho) nya adalah ….

A. cahaya matahari sangat penting bagi kehidupan tumbuhan

B. kecambah jagung mudah tumbuh di lingkungan yang lembab

C. ada pengaruh cahaya matahari terhadap pertumbuhan tanaman

D. tidak ada pengaruh cahaya matahari terhadap pertumbuhan kecambah jagung

E. tidak ada pengaruh cahaya matahari terhadap pertumbuhan jagung

3. Dibawah ini yang merupakan salah satu pernyataan hipotesis adalah ….

A. tumbuhan itu menghasilkan bunga merah dan harum

B. ada pengaruh tingkat kecerdasan dengan keaktifan siswa dalam belajar

C. ikan hidup padab suhu 22o – 35o C

D. virus HIV dapat menyebabkan penyakit AIDS

E. apakah yang menyebabkan siswa SMK Pariwisata pintar ?

4.Berdasarkan pernyataan hipotesis “ pertumbuhan tanaman tomat yang diberi pupuk kandang akan lebih baik daripada                          pertumbuhan tanaman        tomat yang        tidak diberi pupuk kandang “, variabel bebasnya adalah ….

A. pupuk kandang                                    D. pertumbuhan tanaman tomat

B. tanaman tomat                                     E. tanaman tomat dan pupuk kandang

C. pertumbuhan

5.Jawaban sementara mengenai suatu hal atau permasalahan yang akan dibuktikan kebenarannya melalui data atau fakta hasil penelitian disebut dengan …

A. hasil percobaan                                     D. variasi hipotesis

B. hipotesis                                               E. variabel

C. instrument data

6. Pernyataan yang benar tentang ciri-ciri perumusan hipotesis adalah ….

A. berarti pendapat atau teori                  D. menunjukkan hubungan antar teori

B. ditulis dalam kalimat tanya                 E. harus dapat diuji (testable) C.  berisi pernyataan pengalaman

7. Hipotesis yang menyatakan tidak ada hubungan antara satu variabel dan variabel lainnya disebut ….

A. Hipotesis Dependent                          D. Hipotesis Nol

B. Hipotesis Independent                        E. Hipotesis Alternatif

C. Hipotesis Korelasi

8. Sebuah penelitian yang hanya ingin mengetahui ada tidaknya perbedaan tanpa harus     mengatakan kelompok mana yang lebih dari kelompok lainnya, maka perumusan                          hipotesis yang digunakan adalah ….

A. Satu Arah                                              D. Komparatif

B. Dua Arah                                              E. Alternatif

C. Korelasi

9.Dalam melakukan uji statistik dari sebuah hipotesa, ternyata hasilnya Ho ditolak.  Hal ini berarti ….

A. Ha Diterima                                         D. Jawaban Sementara Peneliti Salah

B. Hipotesis Peneliti Diterima                  E. Kesimpulan Peneliti Benar

C. H0 = Ha

10.Variabel bebas disebut juga dengan ….

A. Variabel Tergantung                            D. Variabel Moderator B. Dependent Variable                                  E. Intervening Variable C. Independent Variable

11.Dari rumusan masalah : “Apakah jenis kelamin berpengaruh terhadap tingkat kecerdasan siswa di

SMK Y ?”, maka bunyi Ho dua arah yang benar adalah ….

A. Tidak ada pengaruh antara jenis kelamin dengan tingkat kecerdasan siswa

B. Ada pengaruh antara jenis kelamin dengan tingkat kecerdasan siswa

C. Pria lebih pintar daripada wanita

D. Wanita lebih pintar daripada pria

E. Pria dan wanita dipengaruhi oleh tingkat kecerdasan

12.Desain penelitian dilakukan untuk memperoleh data yang akan digunakan untuk ….

A. kelengkapan percobaan                        D. mengelompokkan jenis penelitian

B. menguji hipotesis                                 E. menguji analisis penelitian

C. pembuktian kajian teori

13. Rancangan penelitian dibuat berdasarkan pada hipotesis yang telah dirumuskan, hal ini karena

pemilihan desain yang tepat sangat diperlukan untuk ….

A. strategi penelitian yang tepat

B. prosedur analisis secara rinci

C. mengelompokkan jenis rancangan penelitian

D. pembuktian hipotesa secara tepat

E. penggunaan analisis statistik yang tepat

14. Variabel penelitian memiliki rumusan yang bersifat konseptual sehingga maknanya masih abstrak, maka            diperlukan    adanya    batasan    pada   rumusan    variabel    dengan    merumuskan    definisi operasionalnya sehingga memiliki arti yang bersifat ….

A. tunggal                                                 D. konseptual

B. ganda                                                   E. kriteria variabel

C. antiquous

15. Sifat definisi operasional yang baik adalah ………..

A. harus pasti dan tidak ambigu makna

B.  harus sesuai teori

C. harus sesuai buku

D. mengikuti pengertian di kamus standar

E. dapat diberi arti lain.

16. Judul penelitian dikatakan baik apabila ….

A. terdiri dari satu kalimat                        D. mencerminkan masalah yang aktual

B. singkat dan spesifik                             E. merupakan saran

C. merupakan kesimpulan

17.  Alasan atau penelitian suatu masalah  dapat kita temukan dalam ….

A. latar belakang                                       D. metode penelitian

B. tinjauan pustaka                                   E. analisis data

C. rumusan hipotesis

18. Variabel manipulasi dari pernyataan “ pohon jeruk yang menerima paling banyak air akan menghasilkan jeruk terbanyak “ adalah ….

A. ukuran buah jeruk                                D. hasil buah jeruk

B. pohon jeruk                                          E. ukuran

C. jumlah air

19. Teori yang mendasari dan menjelaskan masalah yang akan diteliti harus ditulis dan dituangkan

dalam ….

A. tinjauan pustaka                                   D. rumusan hipotesis B. latar belakang                                                    E. metode penelitian C. rumusan masalah

20. Apabila  yang  akan  diteliti  tentang  konsumen  suatu  supermarket,  maka  yang  menjadi  objek

penelitiannya adalah ….

A. barang yang diproduksi                    D. General Manager

B. orang yang membeli                          E. semua orang yang ada di supermarket

C. staff supermarket tersebut

21. Keterbatasan peneliti dalam mengangkat seluruh obyek penelitian maka diambil beberapa obyek

saja yang akan dijadikan ….

A. Konsumen                                         D. Sampel B. Produk Penelitian                                               E. Variabel C. Populasi

22. Sampel yang diambil merupakan bagian dari populasi maka ciri-ciri yang dimiliki sampel harus

dimiliki juga oleh ….

A. Sampel                                              D. Penduduk B. Konsumen                                              E. Populasi C. Variabel

23.    Meter sebagai pengukur panjang dan thermometer merupakan contoh instrument yang digunakan

untuk mengukur variabel dengan skala ….

A. Rasio                                                 D. Kualitatif

B. Nominal                                            E. Sampling Frame

C. Ordinal

24. Instrumen penelitian merupakan alat untuk mengukur variabel yang digunakan untuk ….

A. menyusun tinjauan pustaka               D. mengumpulkan data B. merumuskan hipotesis                            E. membuat kesimpulan C. menganalisa data

25. Data yang diperoleh langsung dari subjek penelitian sebagai sumber informasi yang dicari adalah

….

A. data kualitatif                                   D. data sekunder B. data kuantitatif                                              E. data empiris C. data primer

26. Instrumen pengumpulan data dalam suatu penelitian yang menggunakan tanya jawab secara tatap

muka untuk memperoleh informasi yang diperlukan adalah ….

A. Observasi                                          D. Dokumentasi

B. Wawancara                                       E. Angket

C. Deskriptif

27. Dalam langkah-langkah penelitian, menetapkan desain penelitian, dilakukan setelah melaksanakan

langkah sebelumnya, yaitu ….

A. merumuskan hipotesis

B. mengidentifikasi variabel penelitian

C. menyusun instrument pengukur variabel D. menyusun definisi operasional variabel E. mengkaji teori

28. Dibawah ini yang termasuk jenis data kualitatif adalah ….

A. buah mangga rasanya manis

B. tinggi badan Andi 150 cm

C. panjang daun mangga 15 cm

D. suhu air mendidih mencapai 100 derajat celcius

E. volume alkohol yang digunakan 20 ml

29. Seorang siswa meneliti perubahan populasi penduduk pada suatu daerah. Untuk mempermudah

dalam memahami hasil penelitian tersebut, siswa menyajikan data tersebut dalam bentuk ….

A. diagram lingkaran                             D. diagram batang

B. persentase                                          E. data deskripsi

C. tabel

A. tabel D.   diagram batang
B. grafik E.   diagram lingkaran
C. diagram baris  

30.  Seorang  siswa  melakukan  pengamatan  tentang  kecepatan  pertumbuhan  pada  kacang  panjang selama 4 hari. Hasil pengamatannya adalah sebagai berikut : hari pertama panjang kecambah adalah 2 cm, hari kedua bertambah 4 cm, hari ketiga bertambah lagi 3 cm, dan hari keempat bertambah lagi 3 cm. Data tersebut tidak mungkin ditampilkan dalam bentuk ….

B. Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dengan benar !

1. Jelaskan perbedaan data primer dan sekunder !

2. Jelaskan perbedaan pengertian penalaran deduktif dan induktif !

3. Sebutkan tehnik-tehnik dalam pengambilan sampel !

4. Apa yang dimaksud dengan latar belakang masalah ?

5. Sebutkan syarat-syarat membuat rumusan masalah yang baik !

6. Apa yang dimaksud  dengan pengamatan (observasi) ?

7. Jelaskan perbedaan pengamatan kualitatif dan pengamatan kuantitatif !

8. Berilah dua contoh pengamatan secara kuantitatif !

9. Mengapa kita harus menuliskan laporan penelitian ?

10. Apakah isi dari tinjauan pustaka dalam laporan penelitian ?

ULANGAN AKHIR SEMESTER GANJIL Waktu 90 menit

A. Berilah tanda silang (x) huruf a, b, c, d atau e pada jawaban yang paling benar !

1. Ilmu pengetahuan berasal dari bahasa Yunani,  yaitu ….

A. Scientia                                                      D. sains

B. Science                                                       E. sistematisasi

C. to know

2. Segala sesuatu yang diketahui langsung dari pengalaman berdasarkan serapan panca indera dan

olahan akal budi yang spontan disebut dengan ….

A. ilmu pengetahuan                                       D. pengetahuan langsung

B. ordinary knowledge                                   E. ilmu

C. scientis

3. Pengetahuan disusun secara koheren, artinya ….

A. diperoleh dengan cara analisis refleksif dengan mencari hubungan antara     konsep-konsep

B. menggunakan metode-metode tertentu

C. menggunakan langkah-langkah tertentu yang teratur dan terarah

D. merupakan rangkaian yang saling terkait dan berkesusaian

E. hanya dibatasi pada salah satu kenyataan

4. Kajian sains banyak diaplikasikan atau diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, hal tersebut

bertujuan untuk….

A.menimbulkan rasa ingin tahu

B. menumbuhkan sikap kritis dan objectif C.menciptakan ilmu pengetahuan D.mencakup peristiwa kerja manusia

E.kesejahteraan dan mempermudah kerja manusia

5.  Hasil penerapan sains dalam kehidupan sehari-hari disebut dengan….

A. biologi                                                        D. penelitian B. ketrampilan                                                     E. tehnologi C. metode

6. Salah satu contoh tehnologi di bidang kedokteran adalah….

A. komputer                                                    D. satelit palapa B. hidroponik                                                      E. Ultra sonografi C. hand phone

7. Suatu cara memecahkan masalah ilmiah dengan langkah-langkah tertentu yang sistematis dan

teratur disebut ….

A. pengertian ilmiah                                       D. metode ilmiah B. penelitian ilmiah                                              E. langkah ilmiah C. penelitian non ilmiah

8. Apabila kita menghadapi suatu stimuli, maka tindakan yang kita lakukan merupakan suatu ….

A. respon                                                        D. logika

B. problem                                                      E. fakta empiris

C. penalaran

9. Prosedur stimuli dan respon memiliki ciri sistematis yang berarti ….

A. dapat diterima akal                                    D. bersifat realistis

B. berdasarkan kenyataan                               E. melalui konsep tertentu

C. memiliki tata urutan tertentu

10. Dibawah ini yang termasuk jenis data kualitatif adalah ….

A. tingkat kemanisan buah mangga

B. tinggi badan Andi 150 cm

C. panjang daun mangga 15 cm

D. suhu air mendidih mencapai 100 derajat celcius

E. volume alkohol yang digunakan 20 ml

11. Seorang siswa meneliti perubahan populasi penduduk pada suatu daerah. Untuk mempermudah dalam memahami hasil penelitian tersebut, siswa menyajikan data tersebut dalam bentuk ….

A. diagram lingkaran                                    D. diagram batang

B. persentase                                                 E. data deskripsi

C. tabel

12. Seorang siswa melakukan pengamatan tentang kecepatan pertumbuhan pada kacang panjang selama 4 hari. Hasil pengamatannya adalah sebagai berikut : hari pertama panjang kecambah adalah 2 cm, hari kedua bertambah 4 cm, hari ketiga bertambah lagi 3 cm, dan hari keempat bertambah lagi 3 cm. Data tersebut tidak mungkin ditampilkan dalam bentuk ….

A.   tabel                                                       D.   diagram batang

B.   grafik                                                      E.   diagram lingkaran

C.   diagram baris

13. Dibawah ini yang bukan merupakan cara-cara mengumpulkan data/ keterangan, adalah ….

A. keperpustakaan                                          D. mengadakan pengamatan

B. membaca internet                                       E. merenung dalam kelas

C. mempelajari laporan

14. Yang mendorong seseorang untuk menyelidiki dan mengadakan penelitian adalah ….

A. rasa ingin tahu                                            D. mendapat gelar

B. memiliki rasa bangga                                  E. ingin mencoba sesuatu

C. dimotivasi oleh teman

15. Hal tersebut diatas dilakukan karena untuk ….

A. mencari masalah

B. memiliki sikap kritis

C. mencari tahu jawaban untuk masalahnya

D. mengangkat derajat golongan

E. mempraktekkan sesuatu yang diminati

16. Penelitian yang dilakukan secara sistematis dengan langkah-langkah yang teratur disebut ….

A. penelitian alamiah                                      D. metode ilmiah B. penelitian ilmiah                                                              E. langkah ilmiah C. penelitian non ilmiah

17.  Ada  hubungan  gigitan  nyamuk  dengan  penyakit  malaria,  pernyataan  tersebut  merupakan

langkah dalam metode ilmiah yaitu ….

A. rumusan masalah                                        D. pengamatan (observasi) B. data atau keterangan                                                      E. kesimpulan

C. hipotesis

18. Dibawah ini yang merupakan hasil dari observasi adalah ….

A. mengapa siswa-siswa terlambat pada hari ini ? B. ikan hidup pada suhu 22o-35o C

C. kekurangan vitamin B1 menyebabkan penyakit beri-beri

D. gigitan nyamuk Aedes aegypti menyebabkan penyakit demam berdarah

E. percobaan dilakukan di dalam ruangan

19. Hipotesis harus dibuktikan dengan ….

A. mengumpulkan data                                  D. melakukan eksperimen

B. mengajukan masalah                                  E. menarik kesimpulan

C. mengadakan pengamatan

20. Metode ilmiah mempunyai manfaat bagi kesejahteraan manusia antara lain ….

A. membuka jalan untuk memecahkan masalah

B. penemuan yang kebetulan

C. mengadakan percobaan yang berguna

D. menghasilkan uji coba

E. bekerja tidak putus asa

21. Dibawah ini yang bukan merupakan sikap ilmiah adalah ….

A. bersikap terbuka                                         D. selalu ingin tahu

B. bersikap objektif                                        E.memaksakan kehendak

C. teliti

22.Data yang diperoleh langsung dari subjek penelitian sebagai sumber informasi yang dicari adalah

….

A. data kualitatif                                           D. data sekunder B. data kuantitatif                                                     E. data empiris C. data primer

23. Dari rumusan masalah, apakah cahaya matahari berpengaruh terhadap pertumbuhan kecambah jagung ? maka bunyi Hipotesis nol (Ho) nya adalah ….

A. cahaya matahari sangat penting bagi kehidupan tumbuhan

B. kecambah jagung mudah tumbuh di lingkungan yang lembab

C. ada pengaruh cahaya matahari terhadap pertumbuhan tanaman

D. tidak ada pengaruh cahaya matahari terhadap pertumbuhan kecambah jagung

E. tidak ada pengaruh cahaya matahari terhadap pertumbuhan jagung

24. Dibawah ini yang merupakan salah satu pernyataan hipotesis adalah ….

A. tumbuhan itu menghasilkan bunga merah dan harum

B. ada pengaruh tingkat kecerdasan dengan keaktifan siswa dalam belajar

C. ikan hidup padab suhu 22o – 35o C

D. virus HIV dapat menyebabkan penyakit AIDS

E. apakah yang menyebabkan siswa SMK Pariwisata pintar ?

25.  Berdasarkan  pernyataan  hipotesis  “  pertumbuhan  tanaman  tomat  yang  diberi  pupuk kandang akan lebih baik daripada                               pertumbuhan tanaman      tomat yang       tidak diberi pupuk   kandang “, variabel bebasnya adalah ….

A. pupuk kandang                                          D. pertumbuhan tanaman tomat

B. tanaman tomat                                           E. tanaman tomat dan pupuk kandang

C. pertumbuhan

26.Jawaban sementara mengenai suatu hal atau permasalahan yang akan dibuktikan kebenarannya

melalui data atau fakta hasil penelitian disebut dengan …

A. hasil percobaan                                           D. variasi hipotesis

B. hipotesis                                                     E. variabel

C. instrument data

27. Pernyataan yang benar tentang ciri-ciri perumusan hipotesis adalah ….

A. berarti pendapat atau teori                         D. menunjukkan hubungan antar teori

B. ditulis dalam kalimat tanya                        E. harus dapat diuji (testable) C.  berisi pernyataan pengalaman

28. Hipotesis yang menyatakan tidak ada hubungan antara satu variabel dan variabel lainnya disebut

….

A. Hipotesis Dependent                                 D. Hipotesis Nol

B. Hipotesis Independent                               E. Hipotesis Alternatif

C. Hipotesis Korelasi

29.  Sebuah  penelitian  yang  hanya  ingin  mengetahui  ada  tidaknya  perbedaan  tanpa  harus mengatakan kelompok mana yang lebih dari kelompok lainnya, maka perumusan                               hipotesis yang digunakan adalah ….

A. Satu Arah                                                 D. Komparatif

B. Dua Arah                                                  E. Alternatif

C. Korelasi

30.Dalam melakukan uji statistik dari sebuah hipotesa, ternyata hasilnya Ho ditolak.  Hal ini berarti

….

A. Ha Diterima                                                D. Jawaban Sementara Peneliti Salah

B. Hipotesis Peneliti Diterima                         E. Kesimpulan Peneliti Benar

C. Ho = Ha

31.Variabel bebas disebut juga dengan ….

A. Variabel Tergantung                                 D. Variabel Moderator B. Dependent Variable                                       E. Intervening Variable C. Independent Variable

32.Dari rumusan masalah : “Apakah jenis kelamin berpengaruh terhadap tingkat kecerdasan siswa di

SMK Y ?”, maka bunyi Ho dua arah yang benar adalah ….

A. Tidak ada pengaruh antara jenis kelamin dengan tingkat kecerdasan siswa

B. Ada pengaruh antara jenis kelamin dengan tingkat kecerdasan siswa

C. Pria lebih pintar daripada wanita

D. Wanita lebih pintar daripada pria

E. Pria dan wanita dipengaruhi oleh tingkat kecerdasan

33. Sifat definisi operasional yang baik adalah ………..

A. harus pasti dan tidak ambigu makna

B.  harus sesuai teori

C. harus sesuai buku

D. mengikuti pengertian di kamus standar

E. dapat diberi arti lain.

34.Apabila  yang  akan  diteliti  tentang  konsumen  suatu  supermarket,  maka  yang  menjadi  objek

penelitiannya adalah ….

A. barang yang diproduksi                                D. General Manager

B. orang yang membeli                                      E. semua orang yang ada di supermarket

C. staff supermarket tersebut

35.Keterbatasan peneliti dalam meneliti seluruh obyek penelitian maka diambil beberapa obyek saja.

Obyek penelitian ini disebut….

A. Konsumen                                                     D. Sampel B. Produk Penelitian                                                           E. Variabel C. Populasi

B. Jawablah pertanyaan ini dengan singkat dan benar!

1.  Sebutkan tiga aspek dalam sains!

2. Apakah yang dimaksud dengan pengamatan? Jelaskan !

3. Apakah yang dimaksud dengan siklus penelitian? Sebutkan tahap-tahapan penelitian dalam  siklus tersebut!

4. Sebutkan syarat-syarat membuat rumusan masalah yang baik !

5.  Pertimbangan apa saja yang digunakan untuk merumuskan masalah dalam penelitian?

(Sumber : Tulisan  Ir. Purwo Sutanto)


About emuthoat

guru kimia dan ipa dibantaeng. lahir dimagelang.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s